Kamis, 30 Juni 2016

Rahasia & Manfaat Minyak Zaitun

Nabi saw. telah berpesan agar kita mengkonsumsi dan memakai zaitun sebagai minyak. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, ada enam belas pakar kedokteran paling tersohor di dunia berkumpul di Roma pada tanggal 21 April 1997 M, untuk menerbitkan beberapa pengarahan dan keputusan bersama tentang tema “Minyak Zaitun dan Nutrisi Laut Putih Tengah”.
Dalam pernyataan tersebut, mereka menegaskan bahwa mengkonsumsi minyak zaitun bisa memberikan andil melindungi tubuh dari serangan penyakit jantung koroner, kenaikan kolesterol darah, kenaikan tekanan darah, serta sakit diabetes dan obesitas, di samping minyak zaitun juga berkhasiat mencegah terjadinya beberapa jenis kanker.

1. Minyak Zaitun Mengurangi Kolesterol Berbahaya
Berbagai riset membuktikan adanya fakta yang tidak menyi-sakan keraguan lagi, bahwa minyak zaitun menurunkan total kadar kolesterol dan kolesterol berbahaya, tanpa mengurangi kandungan kolesterol yang bermanfaat.


2. Minyak Zaitun Mengurangi Resiko Terjadinya Penyumbatan (Trombosis) dan Penebalan (Arteriosklerosis) Pembuluh Darah. Dalam sebuah kajian yang dipublikasikan pada bulan Desember tahun 1999 M di Majalah AMJ CLIN NUTRL para peneliti menyatakan bahwa nutrisi yang kaya kandungan minyak zaitun bisa mengurangi pengaruh negatif lemak dalam makanan terhadap terjadinya pembekuan darah, dan selanjutnya mengu-rangi terjadinya penebalan pembuluh nadi jantung.

3. Minyak Zaitun Menurunkan Angka Kematian
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam majalah Lanst yang terkenal pada 20 Desember 1999 M, menunjukkan bahwa negara paling miskin di Eropa, yaitu Albania, yang berpenduduk muslim, memiliki keistimewaan sedikitnya angka kematian di sana. Angka kematian di Albania di kalangan pria adalah 41 orang dari setiap 100.000 orang, separoh dari keadaan di Britania. Hal itu dipengaruhi oleh konsumsi minyak zaitun dalam makanan para penduduk Albania.

4. Minyak Zaitun Mengurangi Pemakaian Obat-obatan Penurun Tekanan Darah Tinggi
Sebuah studi yang dilakukan oleh Dr. Aldovaroro di Universitas Napoli Italia dan dipublikasikan dalam Majalah Archives of Internal Medicine, tanggal 27 Maret 2000 M, telah diadakan studi terhadap 32 pasien yang terkena penyakit tekanan darah tinggi dan mereka itu mengkonsumsi obat-obatan untuk darah tinggi.
Hasil studi menunjukkan penurunan tekanan darah dalam kadar 7 poin di kalangan mereka yang mengkonsumsi minyak zaitun.

5. Minyak Zaitun Mengurangi Serangan Kanker
Para peneliti menyatakan bahwa sebab menurunnya rasio kematian akibat serangan kanker di Laut Putih Tengah adalah karena makanan penduduk negeri tersebut mengandung minyak zaitun sebagai sumber utama lemak, di samping mengandung sayur-sayuran, buah-buahan, dan kol.

6. Minyak Zaitun Mencegah Timbulnya Kanker
Profesor Asman, Ketua Akademi Studi Arteriosclerosis di Universitas Monstar, Jerman, dia merupakan peneliti paling menonjol di dunia di bidang kedokteran dan arteriosclerosis, ia berkata, “Pengkonsumsian minyak zaitun bisa melindungi tubuh dari serangan sejumlah kanker lainnya, di antaranya kanker colon, kanker rahim, kanker ovarium, sekalipun jumlah studi ini masih terlalu minim.”

7. Minyak Zaitun dan Kanker Payudara
Sebuah studi yang dipublikasikan di bulan November 1995 dan dilakukan terhadap 2.564 wanita yang terkena kanker payudara, menegaskan bahwa ada korelasi terbalik antara kemungkinan terjadinya kanker payudara dengan pengkon-sumsian minyak zaitun, dan bahwa banyak mengkonsumsi minyak zaitun memberikan andil dalam melindungi seseorang dari serangan kanker payudara.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Majalah Archives of Internal Medicine edisi Agustus 1998 M menegaskan bahwa pengkonsumsian sesendok makan minyak zaitun setiap hari bisa mengurangi bahaya terjadinya kanker payudara sampai pada kadar 45%.

8. Minyak Zaitun dan Kanker Rahim
Majalah Kanker Britania mempublikasikan di bulan Mei 1996 M sebuah studi yang dilakukan terhadap 145 wanita Yunani yang terkena kanker rahim. Para peneliti mengkorelasikan antara wanita-wanita yang terkena kanker rahim tersebut dengan wanita-wanita yang banyak mengkonsumsi minyak zaitun. Ternyata, para wanita yang mengkonsumsi minyak zaitun lebih sedikit yang terkena kanker rahim. Di mana kemungkinan terjadinya kanker pada mereka turun sampai 26%.

9. Minyak Zaitun dan Kanker Lambung
Sejumlah studi ilmiah modern menunjukkan bahwa mengkonsumsi minyak zaitun secara teratur bisa mengurangi terjadinya kanker lambung. Tapi masih diperlukan berbagai studi ilmiah lanjutan mengenai hal ini.

10. Minyak Zaitun dan Kanker Colon
Ada juga beberapa studi yang menunjukkan bahwa peng-konsumsian buah-buahan, sayur-sayuran, dan minyak zaitun, memainkan peran penting dalam melindungi tubuh dari serangan kanker colon.

11. Minyak Zaitun dan Kanker Kulit (Melanoma)
Majalah Dertmatdogg Times edisi bulan Agustus 2000 M menyebutkan sebuah studi yang menunjukkan bahwa menggunakan minyak zaitun setelah renang sebagai krim kulit dan berjemur, akan melindungi terjadinya kanker kulit (melanoma).

12. Minyak Zaitun Mengurangi Timbulnya Tukak Lambung
Dr. Samût, dari Universitas Harvard Amerika, menyampaikan sebuah studi di Kongres Terakhir Organisasi Penyakit Sistem Pencernaan Amerika yang diadakan pada bulan Oktober 2000 M.
Dr. Samût menegaskan bahwa gizi yang terkandung dalam minyak zaitun bisa memiliki pengaruh positif dalam melindungi tubuh dari kanker lambung dan mengurangi timbulnya penyakit tukak lambung.

13. Minyak Zaitun Berkhasiat Seperti ASI
Dalam sebuah studi modern yang dipublikasikan di bulan Februari 1996 M di Universitas Barcelona, Spanyol, yang dilakukan terhadap empat puluh wanita yang menyusui, diambil sampel ASI dari mereka. Para peneliti menemukan bahwa kebanyakan lemak yang terkandung di dalam ASI termasuk jenis lemak yang berantai tunggal. Jenis lemak ini dikategorikan sebagai lemak terbaik yang seharusnya dikonsumsi oleh manusia, dan itulah jenis lemak yang terkenal terdapat dalam minyak zaitun.

14. Minyak Zaitun Mengurangi Peradangan Sendi
Majalah AMJ CLIN NUTR edisi November 1999 M, mempu-blikasikan sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 145 pasien pengidap sakit persendian semacam arthritis di Yunani Utara. Mereka dikorelasikan dengan 108 orang yang sehat. Dalam penelitian ini terlihat bahwa pengkonsumsian minyak zaitun bisa memberikan andil dalam melindungi tubuh dari terjadinya penyakit ini.

15. Minyak Zaitun Membunuh Kutu Kepala
Beberapa studi yang dilakukan di beberapa Universitas dan Akademi di Amerika, tentang kutu kepala, menunjukkan bahwa penggunaan minyak zaitun sebagai minyak rambut yang terkena kutu, dalam beberapa jam saja bisa membunuh kutu yang ada di kepala.
Sumber dari FB Kuliah Herba Thibbunnabawi

Jumat, 17 Juni 2016

Sejarah Perkembangan Pemasaran


  • Pertama kali pemasaran dipelajari sebagai bidang usaha adalah pada tahun 1902. pada waktu itu belum dikenal istilah pemasaran melainkan distribusi barang, dan pemasaran berpangkal pada suatu proses distribusi. Tahun 1960–an istilah pemasaran  berubah kembali menjadi manajeman pemasaran, sehingga pemasaran didefinisikan sebagai manejemen aliran barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Kemudian, pada tahun 1970an  definisi pemasaran meluas, sehingga meliputi kegiatan–kegiatan dari lembaga atau organisasi non keuntungan (organisasi yang tidak mengutamakan keuntungan). The American Marketing Association dalam Swastha (1984:7) mendefinisikan pemasaran adalah suatu kegiatan usaha yang mengarahkan aliran barang dan jasa dari produsen kepada konsumen atau pemakai.  Pemasaran merupakan suatu proses sosial dan melalui proses itu individu, dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan cara menciptakan dan mempertukarkan barang dan jasa, serta nilai dengan individu dan kelompok lain (Kotler, 1988:20).
  • Menurut Foster (1991:3) pemasaran merupakan fungsi manajemen yang mengorganisasikan dan mengkoordinir semua kegiatan perusahaan yang meliputi penilaian dan pengubahan daya beli konsumen menjadi permintaan yang efektif terhadap barang dan jasa serta penyampaian barang dapat mencapai keuntungan atau tujuan lain yang ditetapkan.  Menurut Stanton (1994:7) pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang–barang yang dapat memuaskan keinginan, baik kepada para konsumen saat ini maupun konsumen potensial.  Menurut Keegan (1996:4) mengemukakan bahwa pemasaran adalah proses mengkonsentrasikan berbagai sumberdaya dan sasaran dari sebuah organisasi pada kesempatan dan kebutuhan lingkungan.
  • Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa tujuan dari kegiatan pemasaran adalah untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen melalui proses pertukaran. Proses pemasaran akan lebih mudah dilakukan menggunakan sistem yang dirangcang melalui perencanaan, yaitu: merencanakan barang dan jasa yang akan dihasilkan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikannya. Selain itu, harus mampu menciptakan barang dan jasa, membentuk dan mempertahankan secara bersama–sama, pertukaran dan hubungan yang saling menguntungkan dengan melakukan manajemen yang baik dalam bidang pemasaran.  
  • Pemasaran juga bertujuan untuk mengetahui dan memahami pembeli sebaik–baiknya, bahwa barang dan jasa tersebut cocok dengan mereka dan dapat terjual dengan sendirinya. Pemasaran merupakan suatu interaksi yang berusaha untuk menciptakan hubungan pertukaran, bukan hanya sekedar untuk menghasilkan penjualan saja. Pertukaran atau barter merupakan salah satu tahap dalam proses pemasaran yang akhirnya akan menciptakan kesepakatan dalam mencapai kepuasan antara penjual dan pembeli.
  • Kegiatan masyarakat seperti sekarang ini lebih dikenal sebagai sistem sosioekonomi yang mengikutsertakan tenaga kerja, industrialisasi, dan urbanisasi.  Sistem sosioekonomi ini berasal dari kegiatan masyarakat yang disebut ekonomi kerajinan rumah, dimana setiap orang atau keluarga berusaha untuk dapat memenuhi kebutuhan mereka sendiri.
  • Timbulnya kegiatan pemasaran mempunyai hubungan yang erat dengan pertumbuhan ekonomi suatu bangsa.  Keadaan dimana setiap orang membuat sendiri segala sesuatu yang dibutuhkanya (seperti menyediakan makanan sendiri, membuat pakaian sendiri, dan membangun sendiri rumahnya) tidaklah terjadi pertukaran.  Demikian pula jika sudah ada kegiatan spesialisasi yang berbentuk suami dan anak laki–laki mencari makan dengan jalan berburu atau mengail, dan istri serta anak perempuan mengurus rumah tangga dan dapur.  Kondisi seperti ini tidak akan terjadi pertukaran, sehingga dapat dikatakan belum ada kegiatan pemasaran.
  • Terjadinya pertukaran dalam bentuk yang sederhana dimulai setelah mereka mempunyai kelebihan atau merasakan kekurang akan sesuatu yang mereka butuhkan atau yang mereka buat.  Pada saat tersebut pemasaran mulai dilakukan.  Kegiatan ini berkembang menjadi suatu kegiatan usaha kecil, dimana segala sesuatu yang dihasilkan masih dibuat dengan tangan.  Sedikit demi sedikit mereka berusaha membuat barang dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan yang akan datang.
  • Salah satu upaya melaksanakan usaha tersebut, mereka membutuhkan material maupun tenaga kerja dalam jumlah yang lebih besar.  Tambahan tenaga kerja ini tidak hanya diperlukan untuk kegiatan produksi atau pembuatan barang saja, tetapi juga diperlukan untuk membantu dalam penjualan barang tersebut. Bilamana mereka hanya membantu dalam penjualan barang saja, tidak ikut dalam kegiatan produksi, dan usahanya berdiri sendiri, maka mereka disebut sebagai perantara atau pedagang.  Jadi, mereka bertindak sebagai perantara yang menghubungkan produsen dengan konsumen.
  • Pemasaran yang modern mulai ada bersamaan dengan terjadinya revolusi industri.  Barang yang semula dibuat dengan tangan, sekarang dibuat dalam pabrik yang kebanyakan didirikan di kota.  Pemasaran secara besar–besaran merupakan titik tolak untuk berhasilnya produksi secara besar–besaran.  Sistem pengoperasian pabrik akan optimal apabila didukung dengan sistem pemasaran massal. Dampaknya, kegiatan pemasaran menjadi lebih konplek, saluran pemasarannya yang lebih panjang dan harus menggunakan metode pemasaran yang baik. 
  • Pemasaran merupakan suatu proses yang berubah–ubah sesuai dengan kondisi masyarakatnya.  Keadaan politik, sosial, teknologi, dan karakteristik fisik dari sebuah masyarakat akan menentukan bentuk pemasaran yang dilakukannya.  Sifat pemasaran yang berbeda–beda baik dalam masyarakat itu sendiri maupun dalam berbagai situasi.  Di negara maju jasa merupakan unsur dominan dalam pengeluaran konsumsi seseorang, sedangkan di negara berkembang jasa merupakan unsur yang kurang dominan.  Unsur yang sangat dominan adalah barang kebutuhan pokok, seperti makanan, sandang, dan perumahan.  Perkembangan pemasaran dari waktu ke waktu sangat pesat, sehingga mempengaruhi peradaban masyarakat untuk lebih berkembang dan menciptakan inovasi dalam segala bidang.