Jumat, 17 Juni 2016

Sejarah Perkembangan Pemasaran


  • Pertama kali pemasaran dipelajari sebagai bidang usaha adalah pada tahun 1902. pada waktu itu belum dikenal istilah pemasaran melainkan distribusi barang, dan pemasaran berpangkal pada suatu proses distribusi. Tahun 1960–an istilah pemasaran  berubah kembali menjadi manajeman pemasaran, sehingga pemasaran didefinisikan sebagai manejemen aliran barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Kemudian, pada tahun 1970an  definisi pemasaran meluas, sehingga meliputi kegiatan–kegiatan dari lembaga atau organisasi non keuntungan (organisasi yang tidak mengutamakan keuntungan). The American Marketing Association dalam Swastha (1984:7) mendefinisikan pemasaran adalah suatu kegiatan usaha yang mengarahkan aliran barang dan jasa dari produsen kepada konsumen atau pemakai.  Pemasaran merupakan suatu proses sosial dan melalui proses itu individu, dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan cara menciptakan dan mempertukarkan barang dan jasa, serta nilai dengan individu dan kelompok lain (Kotler, 1988:20).
  • Menurut Foster (1991:3) pemasaran merupakan fungsi manajemen yang mengorganisasikan dan mengkoordinir semua kegiatan perusahaan yang meliputi penilaian dan pengubahan daya beli konsumen menjadi permintaan yang efektif terhadap barang dan jasa serta penyampaian barang dapat mencapai keuntungan atau tujuan lain yang ditetapkan.  Menurut Stanton (1994:7) pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang–barang yang dapat memuaskan keinginan, baik kepada para konsumen saat ini maupun konsumen potensial.  Menurut Keegan (1996:4) mengemukakan bahwa pemasaran adalah proses mengkonsentrasikan berbagai sumberdaya dan sasaran dari sebuah organisasi pada kesempatan dan kebutuhan lingkungan.
  • Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa tujuan dari kegiatan pemasaran adalah untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen melalui proses pertukaran. Proses pemasaran akan lebih mudah dilakukan menggunakan sistem yang dirangcang melalui perencanaan, yaitu: merencanakan barang dan jasa yang akan dihasilkan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikannya. Selain itu, harus mampu menciptakan barang dan jasa, membentuk dan mempertahankan secara bersama–sama, pertukaran dan hubungan yang saling menguntungkan dengan melakukan manajemen yang baik dalam bidang pemasaran.  
  • Pemasaran juga bertujuan untuk mengetahui dan memahami pembeli sebaik–baiknya, bahwa barang dan jasa tersebut cocok dengan mereka dan dapat terjual dengan sendirinya. Pemasaran merupakan suatu interaksi yang berusaha untuk menciptakan hubungan pertukaran, bukan hanya sekedar untuk menghasilkan penjualan saja. Pertukaran atau barter merupakan salah satu tahap dalam proses pemasaran yang akhirnya akan menciptakan kesepakatan dalam mencapai kepuasan antara penjual dan pembeli.
  • Kegiatan masyarakat seperti sekarang ini lebih dikenal sebagai sistem sosioekonomi yang mengikutsertakan tenaga kerja, industrialisasi, dan urbanisasi.  Sistem sosioekonomi ini berasal dari kegiatan masyarakat yang disebut ekonomi kerajinan rumah, dimana setiap orang atau keluarga berusaha untuk dapat memenuhi kebutuhan mereka sendiri.
  • Timbulnya kegiatan pemasaran mempunyai hubungan yang erat dengan pertumbuhan ekonomi suatu bangsa.  Keadaan dimana setiap orang membuat sendiri segala sesuatu yang dibutuhkanya (seperti menyediakan makanan sendiri, membuat pakaian sendiri, dan membangun sendiri rumahnya) tidaklah terjadi pertukaran.  Demikian pula jika sudah ada kegiatan spesialisasi yang berbentuk suami dan anak laki–laki mencari makan dengan jalan berburu atau mengail, dan istri serta anak perempuan mengurus rumah tangga dan dapur.  Kondisi seperti ini tidak akan terjadi pertukaran, sehingga dapat dikatakan belum ada kegiatan pemasaran.
  • Terjadinya pertukaran dalam bentuk yang sederhana dimulai setelah mereka mempunyai kelebihan atau merasakan kekurang akan sesuatu yang mereka butuhkan atau yang mereka buat.  Pada saat tersebut pemasaran mulai dilakukan.  Kegiatan ini berkembang menjadi suatu kegiatan usaha kecil, dimana segala sesuatu yang dihasilkan masih dibuat dengan tangan.  Sedikit demi sedikit mereka berusaha membuat barang dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan yang akan datang.
  • Salah satu upaya melaksanakan usaha tersebut, mereka membutuhkan material maupun tenaga kerja dalam jumlah yang lebih besar.  Tambahan tenaga kerja ini tidak hanya diperlukan untuk kegiatan produksi atau pembuatan barang saja, tetapi juga diperlukan untuk membantu dalam penjualan barang tersebut. Bilamana mereka hanya membantu dalam penjualan barang saja, tidak ikut dalam kegiatan produksi, dan usahanya berdiri sendiri, maka mereka disebut sebagai perantara atau pedagang.  Jadi, mereka bertindak sebagai perantara yang menghubungkan produsen dengan konsumen.
  • Pemasaran yang modern mulai ada bersamaan dengan terjadinya revolusi industri.  Barang yang semula dibuat dengan tangan, sekarang dibuat dalam pabrik yang kebanyakan didirikan di kota.  Pemasaran secara besar–besaran merupakan titik tolak untuk berhasilnya produksi secara besar–besaran.  Sistem pengoperasian pabrik akan optimal apabila didukung dengan sistem pemasaran massal. Dampaknya, kegiatan pemasaran menjadi lebih konplek, saluran pemasarannya yang lebih panjang dan harus menggunakan metode pemasaran yang baik. 
  • Pemasaran merupakan suatu proses yang berubah–ubah sesuai dengan kondisi masyarakatnya.  Keadaan politik, sosial, teknologi, dan karakteristik fisik dari sebuah masyarakat akan menentukan bentuk pemasaran yang dilakukannya.  Sifat pemasaran yang berbeda–beda baik dalam masyarakat itu sendiri maupun dalam berbagai situasi.  Di negara maju jasa merupakan unsur dominan dalam pengeluaran konsumsi seseorang, sedangkan di negara berkembang jasa merupakan unsur yang kurang dominan.  Unsur yang sangat dominan adalah barang kebutuhan pokok, seperti makanan, sandang, dan perumahan.  Perkembangan pemasaran dari waktu ke waktu sangat pesat, sehingga mempengaruhi peradaban masyarakat untuk lebih berkembang dan menciptakan inovasi dalam segala bidang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar