Rabu, 06 Juli 2016

Bisakah budidaya Kurma di Indonesia ?



Organikilo.co - Budidaya buah Kurma di Indonesia apakah bisa??, apakah dapat berbuah ?? di negara kita pohon palem kurma sulit berbuah!? . Mungkin itulah pertanyaan-pertanyaan yang sering didengar oleh telinga kebanyakan masyarakat indonesia, bahkan tidak sedikit insinyur pertanian serta media-media cetak atau elektronik menganggap pohon kurma yang berbuah di negeri kita dianggap suatu hal kebetulan hingga keajaiban.

Bahkan admin blog Organikilo pernah melihat acara stasiun televisi swasta meliput pohon palem kurma miliki seorang ustad Ha***no yang telah berbuah dinyatakan "suatu hal yang diluar nalar manusia" :p . Sungguh tragis!!, media yang seharusnya membangun serta memberikan motivasi pertanian indonesia, malah menyuguhkan opini memalukan.
Kebun Kurma di Indonesia

Sejauh ini perkebunan kurma didalam negeri kita masih baru dimulai, kebun yang telah dirintis oleh jonggol farm milik Muhaimin Iqbal berlokasi di daerah Bogor - Jawa Barat. Dengan adanya perkebunan-perkebunan kurma di indonesia, diharapkan dapat mengurangi nilai impor buah kurma yang mencapai  17,300 ton/ januari-mei 2014 dengan kisaran nilai USD $ 23,2 juta ( berdasarkan data BPS ).

Karena nilai impor yang begitu besar terhadap komoditas kurma, petani di indonesia mempunyai prospek cerah untuk membudidayakan palem kurma ( Phoenix dactylifera ). Sehingga kemakmuran yang dirasakan oleh petani kurma luar negeri, dapat dirasakan dan dinikmati oleh para petani dalam negeri.
Negara Anggota ASEAN Penghasil Kurma

Di Asia tenggara perkebunan kurma telah menunjukkan geliatnya, Negara anggota ASEAN yang telah membudidayakan buah kurma secara besar-besaran adalah Thailand dan Malaysia. Iklim negeri tetangga tersebut sangat persis sekali dengan kondisi di tanah air kita bahkan kondisi tanah di negara kita lebih subur jika di bandingkan kedua negara tetangga tersebut, Indonesia telah ketinggalan 11 tahun dari Thailand dan sekitar 8 tahun dengan malaysia dalam hal budidaya kurma.

Universitas di negara kita telah banyak mencetak insinyur pertanian sejak dahulu kala, namun hingga sekarang masih banyak yang sibuk memperdebatkan, bahwa pohon kurma atau Phoenix dactylifera sulit berbuah di negara kita. Coba kita intip pertanian di negeri sebelah yang sudah mulai ancang-ancang menjadi pengekspor kurma dalam waktu dekat.  Bahkan ada sebuah perusahaan agroThailand yang sudah mengekspor bibit-bibit kurma unggul ke negara-negara timur tengah.

Bagaimana dengan pertanian dan perkebunan kurma di indonesia??, dengan adanya pembukaan perkebunan kurma Jonggol farm yang berlokasi di Bogor - Jawa Barat. Diharapkan dapat memicu atau merangsang para petani untuk membudidayakan tanaman palem kurma ini.

Dalam rangka menyongsong MEA (Masyarakat Ekonomi Asean ) apakah kita hanya menjadi penonton atau menjadi aktor dalam hal budidaya buah kurma ini??. Jika tiada langkah atau upaya untuk memulai bertanam palem Phoenix dactylifera, maka kita hanya menjadi negeri dan rakyat konsumen buah kurma saja!. Sedangkan nilai impor buah kurma dari tahun ke tahun terus meningkat, seiring bertambahnya populasi atau jumlah penduduk rakyat indonesia.
Kurma Bahan Makanan Masa Depan

Buah kurma termasuk sumber makanan atau bahan makanan masa depan, ini karena dalam hal pembudidayaan pohon kurma tidak membutuhkan tanah khusus. Palem Phoenix dactylifera mempunyai adaptasi tinggi terhadap tanah yang sangat miskin unsur hara sekalipun bahkan pohon kurma memiliki toleransi yang tinggi di tanah yang bergaram.

Karena sifat dan adaptasi tinggi terhadap berbagai macam jenis tanah, pohon kurma merupakan kandidat penghasil bahan makanan yang harus diperhitungkan. Jika budidaya padi membutuhkan banyak air dan harus menanam kembali untuk panen, Namun pohon kurma hanya sekali tanam dan selanjutnya akan berproduksi serta dapat bertahan hidup hingga mencapai usia ratusan tahun. Nah, karena alasan tersebut marilah kita mulai berbudidaya kurma untuk masa depan dan menggapai kehidupan masyarakat petani yang lebih cerah & makmur !.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar