Senin, 04 Juli 2016

Perihal Tradisi Mudik,,,




Oleh : Nur Rokhman Albanjary
Catatan akhir Ramadhan 1437 H 
Dear sahabat’s,, kata seorang sahabatku Ari Fahry dalam akun FB nya “Ini adalah hari2 yang paling membahagiakan bagi mereka yg punya kampung” yaa mungkin betul, karena hari ini adalah musim mudik lebaran 2016.. Mudik asalnya dalam bahawa jawa adalah mulih dilik (pulang sebentar) yang bisa diterjemahkan juga menjadi mulih udik (pulang kampung) adalah tradisi yang sudah lama berjalan setiap tahun bagi masyarakat Indonesia terutama yang muslim, seiring perkembangannya banyak juga non muslim yang ikut mengikuti tradisi mudik ini.
Namun menurut saya seandainya mudik tidak usah disaat Akhir Ramadhan itu lebih baik, terutama dari beberapa hal berikut :
1.   Ummat islam di akhir Ramadhan akan bisa fokus memaksimalkan ibadah untuk lebih menyempurnakan amaliah Ramadhan karena tidak disibukkan dengan hiruk pikuknya mudik dan berbagai persiapannya
2.   Terhindar dari kaum muslimin yang batal atau membatalkan puasanya karena kelelaham dan beratnya dalam menempuh perjalanan mudik
3.   Dapat lebih meramaikan masjid-masjid dengan segala bentuk ibadah guna menggapai keutamaan 10 hari terakhir dibulan Ramadhan, dan untuk memotivasi hal ini Pemerintah bisa membuat aturan jam kerja lebih cepat dari hari biasanya di 10 hari akhir Ramadhan, disertai himbauan bagi kaum muslimin agar lebih banyak memanfaatkan waktunya untuk beribadah
Dengan demikian in syaa ALLAH NEGERI INI AKAN LEBIH DIBERKAHI
Sedangkan untuk urusan mudik yang tetap sangat dibutuhkan sebagai ajang mempererat kembali tali silaturrahim dan ukhuwah bisa dijadwalkan setelah Ramadhan usai, atau bisa dialihkan pada bulan dzul hijjah bersamaan dengan hari raya Iedul Qurban dengan tujuan agar kaum muslimin yang merantau di kota kembali lagi ke kampung halaman mereka dan melaksanakan penyembelihan hewan Qurban di kampunya yang akan membawa beberapa manfaat yang bisa didapat dengan pengkondisian ini, diantaranya :
1. Mensyiarkan Qurban dikampung-kampung yang masih minim penyembelihan hewan Qurban baik karena tingkat ekonomi masyarakatanya yang masih kurang atau karena tingkat keasadarannya terhadap Qurban yang belum terbangun
2. Sektor penjualan hewan Qurban akan banyak yang berpindah ke desa/kampung-kampung sehingga akan menguntungkan para peternak yang mayoritas berada di desa dan bisa memutus beberapa mata rantai perdaganagn hewan Qurban sehingga diharapkan akan memaksimalkan keuntungan bagi para peternak hewan Qurban
3. Masalah polusi hewan ternak di perkotaan seperti yang rutin terjadi terlebih di kota-kota besar karena adanya outlet-outlet dadakan penjual hewan Qurban bisa diminimalisir
Ada juga alternatif lain agar mudik tidak menjadi semakin berat karena root causenya adalah perjalanan massal dalam satu waktu tumpah ruah dijalur yang sama, maka perlu dipertimbangkan dengan mengatur jadwal mudik menjadi 2 gelombang, pertama gelombang pemudik dijadwalkan setelah tgl 1 Syawwal, dan gelombang kedua dijawalkan pada H-3 Iedul Qurban agar H-1 sdh sampai tujuan dan bisa puasa Arofah serta menyiapkan hewan Qurban. Untuk basis pembagian jadwalnya bisa perwilayah (kab/Kota) secara proporsional melalui analisa jumlah pemudik masing-masing kota
Dengan demikian in syaa Alloh akan menjadi lebih baik dari kondisi saat ini dimana perjalanan mudik  semakin berat walaupun sudah berbagai upaya keras dilakukan oleh Pemerintah. Dan hal ini tidak mengurangi jatah para perantau untuk berkunjungan ke orang tua, sanak saudara dan handaitolan di kampung halamannya, karena menjaga dan menyambung tali silaturrahim dalam islam itu wajib, tapi masalah waktunya tidak harus dan tidak hanya dihari raya Iedul Fitri.
Bagi para aparatur yang bertanggungjawab dalam urusan jalan, perhubungan, transportasi dan keamanan hal ini juga akan memperingan tugas-tugas mereka, sehingga cerita mudik tidak akan menjadi cerita ironi tahunan di negeri tercinta ini.
Hal ini perlu dipertimbangkan sebagai solusi out of the box dimana saat ini nampaknya Pemerintah dan lembaga-lembaga terkait hanya terkungkung dengan solusi klasik yaitu perbaikan sarana trasnportasi massal yang entah kapan beresnya, pelebaran dan penambahan jalan seperti tol dll, namun kenyataannya semakin lebar jalan semakin termotiviasi orang untuk memiliki kendaraan pribadi yang tentu ujung-ujungnya semakin menambah parah tingkat kemacetan  saat arus mudik dan arus balik
Demikian semoga bermanfaat dan suatu saat bisa dipertimbangkan oleh para pemikir ummat dan para pemangku negeri ini, mengingat kondisi mudik dari tahun ketahun semakin beraaaaat.. Terimakasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar