Oleh :
Nur Rokhman Albanjary
Catatan akhir Ramadhan 1437 H
Dear
sahabat’s,, kata seorang sahabatku Ari Fahry dalam akun FB nya “Ini adalah
hari2 yang paling membahagiakan bagi mereka yg punya kampung” yaa mungkin
betul, karena hari ini adalah musim mudik lebaran 2016.. Mudik asalnya dalam
bahawa jawa adalah mulih dilik (pulang sebentar) yang bisa diterjemahkan juga
menjadi mulih udik (pulang kampung) adalah tradisi yang sudah lama berjalan
setiap tahun bagi masyarakat Indonesia terutama yang muslim, seiring
perkembangannya banyak juga non muslim yang ikut mengikuti tradisi mudik ini.
Namun menurut saya seandainya mudik tidak usah
disaat Akhir Ramadhan itu lebih baik, terutama dari beberapa hal berikut :
1. Ummat
islam di akhir Ramadhan akan bisa fokus memaksimalkan ibadah untuk lebih
menyempurnakan amaliah Ramadhan karena tidak disibukkan dengan hiruk pikuknya
mudik dan berbagai persiapannya
2. Terhindar
dari kaum muslimin yang batal atau membatalkan puasanya karena kelelaham dan
beratnya dalam menempuh perjalanan mudik
3. Dapat
lebih meramaikan masjid-masjid dengan segala bentuk ibadah guna menggapai
keutamaan 10 hari terakhir dibulan Ramadhan, dan untuk memotivasi hal ini
Pemerintah bisa membuat aturan jam kerja lebih cepat dari hari biasanya di 10
hari akhir Ramadhan, disertai himbauan bagi kaum muslimin agar lebih banyak
memanfaatkan waktunya untuk beribadah
Dengan demikian in syaa ALLAH NEGERI INI AKAN
LEBIH DIBERKAHI
Sedangkan untuk urusan mudik yang tetap sangat
dibutuhkan sebagai ajang mempererat kembali tali silaturrahim dan ukhuwah bisa
dijadwalkan setelah Ramadhan usai, atau bisa dialihkan pada bulan dzul hijjah
bersamaan dengan hari raya Iedul Qurban dengan tujuan agar kaum muslimin yang
merantau di kota kembali lagi ke kampung halaman mereka dan melaksanakan
penyembelihan hewan Qurban di kampunya yang akan membawa beberapa manfaat yang
bisa didapat dengan pengkondisian ini, diantaranya :
1. Mensyiarkan Qurban dikampung-kampung yang
masih minim penyembelihan hewan Qurban baik karena tingkat ekonomi
masyarakatanya yang masih kurang atau karena tingkat keasadarannya terhadap
Qurban yang belum terbangun
2. Sektor penjualan hewan Qurban akan banyak yang
berpindah ke desa/kampung-kampung sehingga akan menguntungkan para peternak yang
mayoritas berada di desa dan bisa memutus beberapa mata rantai perdaganagn
hewan Qurban sehingga diharapkan akan memaksimalkan keuntungan bagi para
peternak hewan Qurban
3. Masalah polusi hewan ternak di perkotaan
seperti yang rutin terjadi terlebih di kota-kota besar karena adanya
outlet-outlet dadakan penjual hewan Qurban bisa diminimalisir
Ada juga alternatif lain agar mudik tidak menjadi
semakin berat karena root causenya adalah perjalanan massal dalam satu waktu
tumpah ruah dijalur yang sama, maka perlu dipertimbangkan dengan mengatur
jadwal mudik menjadi 2 gelombang, pertama gelombang pemudik dijadwalkan setelah
tgl 1 Syawwal, dan gelombang kedua dijawalkan pada H-3 Iedul Qurban agar H-1
sdh sampai tujuan dan bisa puasa Arofah serta menyiapkan hewan Qurban. Untuk
basis pembagian jadwalnya bisa perwilayah (kab/Kota) secara proporsional
melalui analisa jumlah pemudik masing-masing kota
Dengan demikian in syaa Alloh akan menjadi lebih
baik dari kondisi saat ini dimana perjalanan mudik semakin berat walaupun
sudah berbagai upaya keras dilakukan oleh Pemerintah. Dan hal ini tidak
mengurangi jatah para perantau untuk berkunjungan ke orang tua, sanak saudara
dan handaitolan di kampung halamannya, karena menjaga dan menyambung tali
silaturrahim dalam islam itu wajib, tapi masalah waktunya tidak harus dan tidak
hanya dihari raya Iedul Fitri.
Bagi para aparatur yang bertanggungjawab dalam
urusan jalan, perhubungan, transportasi dan keamanan hal ini juga akan
memperingan tugas-tugas mereka, sehingga cerita mudik tidak akan menjadi cerita
ironi tahunan di negeri tercinta ini.
Hal ini perlu dipertimbangkan sebagai solusi out
of the box dimana saat ini nampaknya Pemerintah dan lembaga-lembaga terkait
hanya terkungkung dengan solusi klasik yaitu perbaikan sarana trasnportasi
massal yang entah kapan beresnya, pelebaran dan penambahan jalan seperti tol
dll, namun kenyataannya semakin lebar jalan semakin termotiviasi orang untuk
memiliki kendaraan pribadi yang tentu ujung-ujungnya semakin menambah parah
tingkat kemacetan saat arus mudik dan arus balik
Demikian semoga bermanfaat dan suatu saat bisa
dipertimbangkan oleh para pemikir ummat dan para pemangku negeri ini, mengingat
kondisi mudik dari tahun ketahun semakin beraaaaat.. Terimakasih

Tidak ada komentar:
Posting Komentar